Oxyrhynchus: Menggali Setengah Juta Manuskrip dan Wajah Asli Kristen Awal
Oxyrhynchus (sekarang el-Bahnasa), Kairo, Mesir.
Ketika Bernard Grenfell dan Arthur Hunt menancapkan sekop pertama mereka di Oxyrhynchus pada akhir 1896, mereka mencari naskah Alkitab kuno. Namun yang mereka temukan melampaui ekspektasi: tumpukan 500.000 fragmen papirus yang tidak hanya mencatat karya sastra Aristoteles yang hilang, tetapi juga merekam suara kaum buta huruf, birokrasi Romawi, dan wajah kekristenan purba sebelum ortodoksi lahir.